
Detail | |
|---|---|
Judul | Taipan di Bawah Bayang-Bayang Papi |
Pengarang | William Yang |
Penerbit | Elex Media Komputindo |
Deskrpsi | Resensi Novel Minggu Ini Oleh: Prescella J Pelupessy.,S.Pd.,M.T Pustakawan Ahli Madya Pendahuluan Novel Taipan di Bawah Bayang-Bayang Papi mengangkat kisah tentang dinamika keluarga yang dibalut oleh kekuasaan, kekayaan, dan dominasi figur ayah. Kata “taipan” yang identik dengan keberhasilan dan kejayaan justru ditampilkan dalam bayang-bayang otoritas “Papi” yang kuat dan menentukan. Novel ini menyajikan potret pergulatan batin seorang anak yang tumbuh di tengah tuntutan besar, nama keluarga, dan ekspektasi sosial. Isi dan Alur Cerita Cerita berfokus pada tokoh utama yang hidup dalam lingkungan keluarga mapan dengan figur ayah yang dominan, ambisius, dan berpengaruh. Keberhasilan bisnis dan status sosial keluarga menjadi standar mutlak yang harus dipenuhi sang anak. Di balik gemerlap kesuksesan, tokoh utama justru mengalami konflik batin: antara keinginan pribadi dan tuntutan untuk menjadi penerus kejayaan sang ayah. Alur cerita berkembang melalui konflik psikologis dan relasi keluarga yang tegang. Tekanan yang terus-menerus membuat tokoh utama mempertanyakan makna sukses, kebebasan, dan identitas diri. Novel ini tidak hanya berbicara tentang dunia bisnis, tetapi lebih dalam menyentuh sisi emosional dan kemanusiaan. Penokohan dan Latar Penokohan dalam novel ini kuat, terutama figur “Papi” yang digambarkan sebagai simbol kekuasaan dan kontrol. Tokoh ayah tidak sepenuhnya antagonis, melainkan hadir sebagai produk zamannya—keras, penuh ambisi, dan meyakini bahwa keberhasilan adalah warisan terbaik bagi anak. Latar kehidupan keluarga elit dan dunia usaha menjadi ruang yang kontras dengan kegelisahan batin tokoh utama. Bahasa yang digunakan sederhana namun efektif dalam menyampaikan konflik emosional dan ketegangan relasi keluarga. Kelebihan Novel
Kekurangan Novel
Kesimpulan Taipan di Bawah Bayang-Bayang Papi adalah novel yang menyuguhkan refleksi tentang arti kesuksesan dan kebebasan dalam lingkup keluarga. Novel ini menegaskan bahwa warisan terbesar bukan hanya kekayaan atau kekuasaan, melainkan ruang bagi anak untuk menjadi dirinya sendiri. Karya ini layak dibaca oleh pembaca yang tertarik pada tema keluarga, psikologi, dan konflik nilai dalam kehidupan moder |