
Detail | |
|---|---|
Judul | Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran (The Curious Incident of the Dog in the Night-Time) |
Pengarang | Mark Haddon |
Penerbit | Gramedia Pustaka Utama |
Deskrpsi | RESENSI BULAN AGUSTUS I 2026Oleh: Genre: Novel Sastra Indonesia Misteri di Balik Pagar Tetangga Malam itu, Christopher Boone menemukan Wellington, anjing milik tetangganya, tewas mengenaskan tertusuk garpu rumput. Bagi remaja berusia 15 tahun ini, kejadian tersebut bukan sekadar kemalangan biasa, melainkan sebuah teka-teki yang harus dipecahkan. Terinspirasi oleh detektif idolanya, Sherlock Holmes, Christopher memutuskan untuk mencatat setiap bukti dan memulai penyelidikan mandirinya sendiri. Perspektif Unik dan Deduksi Logis Hal yang membuat novel ini luar biasa adalah cara pandang sang narator. Christopher mengidap gangguan spektrum autisme (meski tak pernah disebutkan secara eksplisit dalam teks). Ia sangat menyukai matematika, logika, dan fakta, namun kesulitan memahami emosi manusia, bahasa tubuh, serta metafora. Melalui gaya penulisan Mark Haddon yang jujur, lugas, dan penuh empati, pembaca diajak menyelami cara berpikir Christopher yang memproses dunia secara literal. Pencarian pembunuh Wellington yang sederhana perlahan berubah menjadi perjalanan personal yang mengungkap rahasia besar keluarga serta konflik orang dewasa yang kompleks. Kelebihan dan Kelemahan
Kesimpulan Mark Haddon berhasil menyajikan kisah detektif yang hangat sekaligus mendalam. Novel ini tidak hanya menawarkan teka-teki yang bikin penasaran, tetapi juga membuka mata kita tentang cara menghargai perbedaan neurodiversitas. Sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang mencari bacaan fiksi dengan perspektif cerita yang tak biasa.
|